DownloadRatib Al Haddad Full Pembaca Ratīb (īnī) mengawalī dengan membaca Al-Fatīḥaḥ kepada junjungan, pemberī syafa'at, penutup para nabī dan penolong kīta, yaītu Muḥammad S.a.w Untuk keterangan dasar landasan hukum atau dalil dari ratib Al Hadad ada di file pdf dan word yang bisa teman teman download melalui link
vB16ei8. Zikir dalam Islam memiliki posisi yang penting, misalnya ini ditunjukkan adanya keutamaan Ratib Al Haddad sebagai salah satu zikir yang bisa selain yang yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, ternyata ada juga zikir yang disusun oleh para ulama terkemuka, seperti Ratib Al Haddad Juga Bacaan Zikir Paling Dahsyat, Yuk Amalkan setelah Sholat!Sejarah Keistimewaan Zikir Ratib Al HaddadFoto Keutamaan Ratib Al Haddad Orami Photo StockSalah satu zikir yang sering dibaca oleh umat Muslim adalah Ratib Al ini disusun oleh salah satu ulama terkemuka dari Hadramaut, yakni Abdullah bin Alawi bin Muhammad al-Haddad 1055-1132 H.Beliau lahir di Tarim, Yaman pada 30 Juli 1634 M. dirinya merupakan seorang ulama dalam bidang fiqih dan aqidah Al-Asy’ariyah. Hingga mendapat gelar Syaikh Al-Islam, Quthb ad-Da’wah wa Haddad disusun Habib Abdullah berdasarkan inspirasi pada malam lailatul Qodar 27 Ramadan 1071 H. Dari beberapa doa dan zikir yang susunnya, Ratib Al Haddad yang paling NU Online, beliau merupakan seorang mujaddid atau pembaharu di masanya. Karya tulisnya cukup banyak dan tersebar di berbagai penjuru antaranya adalah an-Nashaih ad-Diniyah, Risalah al-Mu’awanah, an-Nafais al-Alawiyah fi al-Masa’il Ratib Al Hadad sendiri disusun pada tahun 1071 Hijriah, yang bermula ketika para pemuka Hadramaut merasa khawatir akan masuknya kelompok Syiah Zaidiyah di wilayah khawatir aqidah Syiah Zaidiyah akan mempengaruhi terhadap keyakinan orang awam yang sejak lama berpegang teguh pada aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang diajarkan oleh para Salafus hal ini, mereka menghadap kepada al-Qutb Abdullah bin Alawi al-Haddad agar diberi bacaan supaya hal yang mereka khawatirkan tidak beliau menuliskan wirid yang nantinya dikenal dengan nama Ratib Al Haddad itu, bacaan Ratib Al Haddad banyak dibaca di berbagai tempat di berbagai belahan dunia hingga mendapatkan keutamaan Ratib Al Haddad, sangat dianjurkan dibaca secara bersama-sama dalam majelis zikir. Ada pula penjelasan mengenai ketentuannya, yakniوينبغي أن يرتبه كل مرید صادق سيما إن كان صاحب الراتب واسطة له إلى الله تعالى فإن رتبه بعد صلاة العشاء والصبح فذلك هو الاكمل ويكفي ترتيبه في اليوم والليلة مرة والأفضل بعد صلاة العشاء وفى رمضان يقدم هذا الراتب على صلاة العشاءArtinya “Sebaiknya seorang murid yang sungguh-sungguh membaca ratib ini, terlebih ketika penyusun Ratib ini merupakan perantara baginya menuju Allah ta’ Ratib Al Haddad ini setelah shalat Isya’ dan subuh adalah cara membaca yang paling sempurna, namun membaca Ratib ini satu kali dalam sehari semalam dianggap cukup, yang paling utama dilakukan setelah melaksanakan shalat isya’.Sedangkan di bulan Ramadan, membaca Ratib ini didahulukan dari pelaksanaan shalat isya’.” Syekh Abu Bakar bin Ahmad al-Maliabar, al-Imdad bi Syarhi Ratib al-HaddadBaca Juga 7+ Zikir dan Doa Malam Hari sebelum Tidur Agar Selalu dalam Lindungan AllahBacaan Ratib Al HaddadFoto Keutamaan Ratib Al Haddad Orami Photo Stock Adapun bacaan Ratib Al Haddad yakniبِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمBismillahi rahmani rahimاَلْـحَمْدُلِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَAlhamdulillahi rabbil alaminحَمْداً يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِى لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِمِ سُلْطَانِكْHamdan ayyuwaa fii ni'mahu wayukaafiini maziidah yaa rabbana lakalhamdu kamaa yanbagii lijalaali wajhika wa li'azimi sulthoniسُبْحَانَكَ لاَنُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ اَنْتَ كَمَا اَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَSubhanaka laanuhsi tsanaaan 'alaika anta kamaa atsnaita 'ala nafsikaفَلَكَ الْحَمْدُ حَتَّى تَرْصَى وَلَكَ الْحَمْدُ اِذَا رَضِيْتَ وَلَكَ الْحَمْدُ بَعْدَ الرِّضَىFalakal hamdu hatta tardho wa lakalhamdu idzaa rodiita wa lakalhamdu ba'da rodoاَلَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْاَوَّلِيْنَAllahumma sholli wa sallim 'ala sayyidina muhammadin fil awwalinوَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْاَخِرِيْنَ وَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى كُلِّ وَقْتٍ وَحِيْنٍWasolli wa sallim ala sayyidina muhammadin fil aakhirin wasolli wa sallim ala sayyidina muhammadin fii kulli waktin wa wahiinوَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْمَلاَءِ الْأَعْلَى اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِWasolli wa sallim ala sayyidina muhammadin malaai a'la ilaa yaumiddinوَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ حَتَّى تَرِثَ الْاَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَاوَاَنْتَ خَيْرُ الْوَرِثِيْنَWasolli wa sallim ala sayyidina muhammadin hatta tarsa alardo wa man 'alaihaa wa anta khoirul waarisinاَللَّهُمَّ اِنَّا نَسْتَحْفِظُكَ وَنَسْتَودِعُكَ اَدْيَانَنَا وَاَبْدَنَنَا وَاَنْفُسَنَا وَاَولاَدَنَا وَاَمْوَالَنَا وَاَهْلَنَا وَكُلَّ شَيْئٍ اَعْطَيْتَنَاAllahumma inna nastahfidzuka wa nastadi'uka adyaa nanaa wa abdananaa wa laadanaa wa amwaalanaa wa ahlanaa wa kulla sayyin a'thoytanaBaca Juga Ini Zikir dan Bacaan Doa sesudah Sholat, Agar Ibadah Makin Afdal!اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا وَاِيَّاهُمْ فِى كَنَفِكَ وَاَمَانِكَ وَعِيَاذِكَ وَجِوَارِكَ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيْدٍAllahumma aj'alnaa wa iyyahum fii kanafika wa amaanika wa 'iyaadzika wa jiwaarika min kulli sathoniin mariidوَجَبَّارٍ عَنِيْدٍ وَذِى عَيْنٍ وَذِى بَغْيٍ وَمِنْ شَرٍّ كُلِّ ذِى شَرٍّ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌWa jabbaari 'aniidin wa dzii ainin wa dzii ba'yin wa min sarrin kulli dzin syarrin innaka 'ala kulli sayyin qodirاَللَّهُمَّ حُطْنَا بِالتَّقْوَى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَاَعِذْنَا مِنْ مُوْجِبَاتِ النَّدَمَةِ فِى الْحَالِ وَالْمَاَلِ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءAllahumma hutnaa bittaqwa wa istiqoomati wa a'idnaa min muujibaatin nadamati fii haali wal maali innaka samiiu duaaوَصَلِّ اللَّهُمَّ بِجَمَالِكَ وَجَلاَلِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَWa solli allahumma bihamaalika wa jalaalika 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala ilaahi shohabati ajmainوَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَWarzuknaa kamaala mutaaba'ati lahu dzoohiraan wa baathinaa yaa arhamarrahiminnبِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِيْفُوْنَBi fadhli subhaana rabbika rabbil 'izzati amma yassifunوَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَWasalaamu 'alalmursalin walhamdulillahi rabbil alamainاَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ رِضَـاكَ وَالْجَنَّـةَ وَنَـعُوْذُ بِكَ مِنْ سَـخَطِكَ وَالنَّـارِAllahumma inna nas aluka ridhooka wa jannata wa na'audzubika min sakhotika wannarيَاعَالِمُ السِّرِّ مِنَّا لاَتَهْتِكِ السِّتْرَ عَنَّا وَعَافِنَا وَاعْفُ عَنَّا وَكُنْ لَنَا حَيْثُ كُنَّاYaa 'alimu sarri minna la tahtiki sitra 'anna wa 'aafina wa'fu'anna wa kun lanaa haysu kannaيَااَللهُ بِهَا يَااَللهُ بِهَا يَااَللهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِYaa allah bihaa yaa allah bihaa bihusnil khootimatiيَالَطِيْفًا لَمْ يَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا فِيْمَا نَزَلْ…اِنَّكَ لَطِيْفُ لَمْ تَزَلْ اُلْطُفْ بِنَا وَالْمُسْلِمِيْنَYaa latiifaan lam yazal binaa fiimaa nazal innaka latiifu lam tazal ultuf binaa wa muslimiinBaca Juga 9+ Hadis dan Ayat Alquran tentang Sedekah, Masya Allah!Keutamaan Ratib Al Haddad sebagai ZikirFoto Keutamaan Ratib Al Haddad sebagai Dzikir Orami Photo Stock Ada keutamaan Ratib Al Haddad yang dirasakan oleh umat satunya terdapat dalam penelitian yang dilakukan Universitas Muhammadiyah menunjukkan bahwa ada pengaruh dari zikir Ratib Al Haddad terhadap kesehatan mental masyarakat, baik fisik dan keberhasilan zikir Ratib Al Haddad adalah keistiqomahan, keikhlasan dan memahami arti zikir serta mempraktekkan zikir dalam kehidupan hanya itu, ternyata keutamaan Ratib Al Hadda Faedah sebagai zikir juga satunya seperti yang dijelaskan dalam keterangan berikut iniو فوائد راتب الحداد منها ما نقل شراح الراتب عن صاحبه رضي الله عنه أن من واظب على قراءته حرس الله بلده أي من البلايا والنقم . ومنها زيادة الغني والبركة والخير في داره. ومنها أن من واظب عليه كل يوم لا يضره السم، ولا يضره السبع والزواحف وسائر الحيوانات. ومنها أنه يحصل عليه حسن الخاتمة ويعطيه الله له التوفيق للنطق بكلمة “Beberapa faedah Ratibul hadad di antaranya, penjelasan yang dikutip dari para ulama yang mensyarahi Ratib ini dari penyusun Ratib, Syekh Abdullah bin alawi al-Haddad RA bahwa orang yang rajin membaca rotib ini maka Allah akan menjaga negaranya dari beberapa cobaan dan lainnya, bertambahnya kekayaan, barokah dan kebaikan di yang rajin membaca Ratib Al Haddad setiap hari, maka tidak akan bahaya baginya racun, hewan buas, reptil dan hewan-hewan yang lain dari membaca Ratib ini bahwa akan hasil baginya husnul khotimah dan Allah akan memberikan pertolongan baginya untuk mengucapkan kalimat syahadat di akhir hayatnya.” Syekh Abu Bakar bin Ahmad al-Maliabar, al-Imdad bi Syarhi Ratib al-HaddadBaca Juga 14 Manfaat Sedekah, Membuat Hati yang Tentram hingga Syafaat di AkhiratSelain itu, ini juga beberapa keutamaan Ratib Al Haddad yang dijelaskan oleh sebagian ulama salaf dalam kitab Wirdul Imam Al Alamatud Dunya1. Diberi Rezeki MelimpahSalah satu keutamaan Ratib Al Haddad yang paling utama adalah diberi rezeki yang melimpah oleh Allah ini juga termasuk jenis zikir yang dapat meningkatkan kecintaan kepada Allah Diberikan Umur PanjangKeutamaan Ratib Al Haddad selanjutnya adalah diberikan umur adalah waktu yang diberikan oleh Allah SWT kepada seluruh umat manusia selama hidup di umat Islam, harus mengisi seluruh hidupnya dengan membaca amalan ini salah satunya adalah diberikan umur panjang oleh Allah SWT, agar dapat memperbanyak berbuat kebaikan selama di dunia, yang pahalanya bisa dipetik di akhirat Mendapatkan Husnul KhatimahKeutamaan Ratib Al Haddad selanjutnya adalah mendapatkan husnul tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan akhir hidupnya, selalu berbuat amal kebaikan diharapkan dapat mendatangkan pahala sekaligus mendapatkan husnul satu caranya adalah selalu berusaha berzikir, higga saat Allah SWT mencabut nyawanya, seseorang berada dalam keadaan sedang Dijaga oleh Allah SWTKeutamaan Ratib Al Haddad selanjutnya adalah selalu dijaga oleh Allah satu khasiat dari membaca Ratb Al Haddad adalah agar selalu mendapatkan penjagaan dari Allah SWT dari segala bencana, baik di darat, udara, maupun laut. Sehingga mendapatkan ketenangan Hajatnya DikabulkanKeutamaan Ratib Al Haddad selanjutnya adalah hajatnya akan Ratib Al Haddad sangat dianjurkan bagi yang memiliki hajat atau Menyembuhkan Penyakit HatiKeutamaan Ratib Al Haddad selanjutnya adalah bisa menyembuhkan penyakit dilakukan dengan istiqamah, insya Allah akan terbebas dari penyakit hati. Namun, sebaiknya niat utama membacanya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah dia keutamaan ratib al haddad yang perlu umat Islam mendapatkan keutamaan Ratib Al Haddad dengan istiqamah, serta mendapatkan keberkahan dari penyusun Ratib Al Haddad, Syekh Abdullah bin alawi al-Haddad.
Dzikir Ratib Al Haddad Dzikir Ratib Al Haddad Wed 14 November 2012 1700 Umum > Tasawuf views Pertanyaan Assalamualaikum wr wb Pada waktu SMA dan aktif di Sie Kerohanian Islam saya dikenalkan dengan ratib Al-Haddad yang dibaca setiap Jumat bakda Maghrib. Saya merasa menyatu denganyna hingga saya ditunjuk teman-teman untuk memimpin pembacaan ratib. Terlepas dari itu semua, background ke islaman saya adalah Muhammadiyah jadi sering kali ketika saya membaca rotib sendiri di rumah, saya tdk melakukan tanggapan dari para ust pengasuh, mengingat sepertinya ratib Al-Haddad sudah mendarah daging pada diri saya, disisi lain saya kurang setuju dgn tawasulan tapi saya tdk pernah mempermasalahkan bagi pengamal tawasul Jazakumulloh khoir. Jawaban Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Orang-orang Muhammadiyah biasanya memang tidak punya kebiasaan membaca dzikir-dzikir semacam ratib Haddad. Sehingga kalau ada anggota atau keluarganya yang membaca ratib itu, memang terasa rada aneh. Biasanya yang sering mengamalkan pembacaan ratib itu kalangan Nahdhiyyin, atau yang sejenisnya. Pertanyaanya ini menarik, karena fenomena yang disebutkan di atas ternyata mengalami anomali. Justru anak dari keluarga Muhammadiyah malah mengamalkan pembacaan ratib Haddad ini. Walaupun masih memilah dan memilih untuk tidak membaca bagian yang menurutnya tawassulan. Untuk itu tidak ada salahnya kalau kita sedikit mengenal tentang ratib Haddad dan apa hakikatnya serta bagaimana perbedaan pendapat yang terjadi di tengah umat Islam tentang masalah ini. Sekilas Tentang Ratib Haddad a. Makna Ratib Ratib adalah sebuah istilah dalam bahasa Arab, yang secara harfiyah bermakna sesuatu yang disusun atau diatur. Namun makna secara istilah kurang lebih adalah rangkaian dzikir-dzikir, doa, pujian, dan juga munajat kepada Allah, yang disusun sedemikian rupa untuk dibaca secara teratur atau rutin, sesuai dengan program yang telah dibuat. Lafadz dzikir itu bisa saja bersumber dari Al-Quran, As-Sunnah atau pun hasil gubahan dari penyusun sebuah ratib itu sendiri. Namun meski bersumber dari Al-Quran atau sunnah nabi, peran penyusun ratib adalah membuat urut-urutannya, mana yang dibaca terlebih dahulu dan mana yang dibaca kemudian. Selain itu peran penyusun ratib juga membuat ketentuan untuk pengulangan-pengulangannya, seperti dibaca tiga kali, tujuh kali, sepuluh kali dan seterusnya. Biasanya para menyusun ratib ini kemudian mengamalkan atau melafadzkan rangkaian ratibnya itu secara periodik, atau pada tiap kesempatan tertentu, sesuai dengan selera dan kehendaknya. Bahkan para penyusun ratib ini juga mengajarkan karyanya itu kepada para muridnya. Bahkan berpesan agar para murid itu selalu setiap membacanya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sang guru. b. Ratib Haddad Kalau kita sering mendengar istilah Ratib Haddad, maka itu adalah nama sebuah jenis ratib, yang konon disusun oleh orang yang bernama atau berjulukan Al-Haddad. Kalau mendengar nama Al-Haddad, bayangan kita pasti akan langsung mengarah ke negeri Yaman. Al-Haddad adalah nama sebuah marga yang masyhur di negeri itu. Secara harfiyah kata haddad berasal dari kata besi, barangkali keluarga atau marga itu dijuluki al-haddad karena asalnya merupakan pandai besi, wallahua'lam. Nama asli pengarang ratib Al-Haddad ini adalah Al-Habib Abdullah bin alwi bin muhammad Al-Haddad. Sebenarnya beliau bukan hanya mengarang satu ratib, namun dari beberapa banyak doa-doa dan dzikir-dzikir yang beliau karang, Ratib Al-Haddad inilah yang paling terkenal dan masyur. Al-Haddad diperkirakan hidup disekitar tahun 1000-an hijriyah, kurang lebih 400-an tahun yang lalu. Sebab ada keterangan bahwa ratib Al-Haddad disusun konon berdasarkan inspirasi, pada malam lailatul Qodar 27 Romadhon 1071 H. Ratib karangannya ini kemudian semakin populer ketika pengarangnya pindah ke Mekkah dan Madinah, dan mengajarkannya di negeri itu. Maka tersebarlah ratib ini hingga ke berbagai negeri, salah satunya sampai ke tanah air kita. Tentu penyebarannya tidak lepas dari keaktifan para murid beliau yang rajin mengkapanyekan ratib ini dalam berbagai kesempatan. Masjid di depan rumah saya, tidak malam Jumat habis Maghrib hingga Isya' tidak pernah lepas dari pembacaan ratib ini. Lantunan pembacaanya sudah sangat akrab di telinga saya, sejak saya masih kanak-kanak. Khasiat Ratib Entah benar entah tidak, tetapi salah satu yang membuat banyak orang tertarik untuk menggelar ratib haddad ini adalah janji atau iming-iming yang sering disebut-sebut oleh para kiyai di kampung, bahwa ratib ini bila dibaca rutin akan dapat menolak bala dan bencana. Konon dahulu, awal mula bagaimana ratib ini disusun oleh pengarangnya, juga ketika kampungnya sedang mengalami bencana, yaitu munculnya alliran yang sesat dan menyesatkan serta merusak aqidah umat. Lalu masyarakat diajak untuk melafadzkan ratib ini secara rutin hingga akhirnya bencana itu hilang dengan sendirinya. Sebuah keterangan menyebutkan bahwa konon dahulu ratib Al-Haddad ini disusun untuk memenuhi permintaan seorang murid beliau yang bernama Amir dari keluarga Bani Sa’ad yang tinggal di Syibam, salah satu perkampungan di Hadromaut, Yaman. Tujuan Amir meminta Habib Abdullah untuk mengarang Ratib, Agar diadakan suatu wirid dan dzikir dikampungnya, agar mereka dapat mempertahankan dan menyelamatkann diri dari ajaran sesat yang sedang melanda Hadromaut ketika itu. Pertama kalinya Ratib ini hanya dibaca dikampung Amir sendir,i yaitu kota Syibam setelah mendapat izin dan ijazah dari Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad sendiri. Selepas itu, Ratib ini pun dibaca di masjid Al-Hawi milik beliau yang di kota Tarim. Pada kebiasaan Ratib ini dibaca secara berjamaah setelah sholat isya’. Semakin kesini semakin banyak saja kisah dan cerita yang disampaikan dari mulut ke mulut tentang khasiat dari ratin ini bila dibaca. Ada yang selamat dari perampokan, makar, kekacauan sosial, bahkan sampai ancama dari kehancuran berbagai jenis bencana alam. Kalau kita kumpulkan, maka halaman ini tidak akan cukup untuk menyampaikan berbagai kisah 'ajaib' tentang khasiat ratib ini. Tetapi intinya, para pendukung atau melantun ratib ini umumnya meyakini bahwa ratib ini dibaca demi untuk menolak bahaya atau bencana. Lafadz Ratib Haddad Kalau kita teliti, lafadz atau isi bacaan pada ratib Haddad terdiri dari ayat-ayat Al-Quran, seperti surat Al-Fatihah, ayat Kursi kemudian diteruskan dengan bacaan-bacaan yang bersifat meminta perlindungan kepada Allah. Lalu diteruskan dengan membaca Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq, Surah Annas. Dan masih beberapa lafadz lainnya, yang sebenarnya tidak ada satu pun isinya yang bertentangan. Perbedaan Pendapat Kalau pun ada yang dipermasalahkan, maka kurang lebih mencakup beberapa hal 1. Hukum Membuat atau Menyusun Ratib Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menyusun lafadz-lafadz dzikir dan doa, yang dijadikan sebuah bentuk yan baku. Sehingga seolah-olah susunan itu datang dari Rasulullah SAW langsung, padahal sebenarnya hanya hasil penyusunan dari orang lain. Sebagian kalangan berpendapat tidak mengapa bila kita melazimkan untuk membaca susunan doa karya seseorang, secara rutin setiap hari, atau setiap jadwal waktu yang telah diprogramkan, sebab tidak ada dalil yang melarangnya. Yang penting jangan sampai tidak dibaca, karena perintah untuk berdzikir dan berdoa sangat banyak dan bertebaran dimana-mana. Sedangkan kalau seseorang menyusun lafadz doa dan dzikir sendiri, sesuai dengan selera, lalu dibaca secara rutin sesuai jadwal yang ditentukan sendiri, tentu tidak menjadi masalah. Bahkan kalau pun juga dia mengajak para muridnya untuk merutinkannya. Sementara sebagian kalangan beranggapan bahwa meski pun lafadz doa dan dzikir bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah, tetapi kalau cara membaca serta jadwalnya sudah ditentukan sedemikian rupa, maka seolah-olah kita telah menciptakan sebuah ritual ibadah baru, yang mana Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkannya. Dalam pandangan mereka, yang jadi masalah bukan lafadznya, tetapi ritual pembacaannya yang bermasalah. Karena dibaca secara berjamaah, dengan paduan suara, dibaca dengan mengikuti susunan tertentu, dan dibaca secara rutin setiap waktu. Semua itu dianggap bermasalah, karena tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Kita berada pada dua kutub ini, yaitu antara mereka yang membolehkan dan yang melarang. Di negeri kita, kalangan yang mendukung misalnya dari Nahdyiyyin dan sejenisnya, sedangkan yang melarangnya kebanyakan berasal dari Muhammadiyah dan sejenisnya. 2. Hukum Meyakini Bahwa Ratib Tertentu Punya Khasiat Tertentu Permasalahan kedua adalah tentang khasiat tertentu yang seringkali dijadikan iming-iming, ketika kita membaca jenis ratib tertentu. Sebagian memperbolehkan adanya keyakinan atas khasiat tetentu, sedangkan yang lainnya melarang. Mereka yang membolehkan berhujjah bahwa yang namanya pertolongan Allah SWT terbuka buat siapa saja yang berdoa dan meminta. Sehingga kalau ada yang membaca ratib Haddad ini lalu berharap mendapatkan berbagai macam khasiat berupa pertolongan dari Allah SWT, tentu tidak boleh dihalangi. Memang tujuan dari membaca ratib adalah untuk mendapatkan berbagai pertolongan dari Allah SWT. Sedangkan mereka yang menolaknya berhujjah bahwa kebanyakan kisah-kisah 'ajaib' yang disampaikan itu hanya merupakan hayal dan omong kosong yang tidak bisa dibuktikan. Jadi dianggap sekedar iming-iming yang belum tentu benar. Sebab semau iming-iming itu tidak berasal dari Rasulullah SAW. Dan yang pasti tidak ada jaminan dari Rasulullah SAW bahwa mereka yang membaca ratib Haddad itu akan jadi begini atau jadi begitu. Bahkan sebagian kalangan memperingatkan, kalau keyakinan itu berlebihan, nanti bisa sampai kepada syirik. Kenapa? Karena orang-orang bukan meyakini bahwa Allah SWT yang memberi pertolongan, tetapi justru ratib itulah yang mendapatkan berbagai keajaiban. Padahal seharusnya tidak boleh begitu. Kita tidak dibenarkan berharap mendapatkan pertolongan dari bacaan, melainkan dari Allah SWT sendiri. 3. Hukum Mengirim Pahala Bacaan Quran dan Dzikir Masalah yang ketiga adalah masalah yang sudah amat klasik di dunia Islam, yaitu tentang apakah pahala bacaan Al-Quran atau lafadz-lafadz dzikir yang kita ucapkan itu bisa kita transfer pahalanya kepada orang yang sudah meninggal dunia. Dan masalah inilah barangkali yang menjadi inti dari pertanyaan di atas, yaitu apa yang disebut dengan istilah wasilah atau perantaraan. Jawabnya, lagi-lagi ini adalah masalah khilafiyah yang sudah cukup panjang didiskusikan oleh para ulama. Intinya, kita tidak bisa menafikan salah satu pendapat dari dua pendapat yang berbeda. Posisi kita yang lebih tepat barangkali adalah menerima dengan lapang dada adanya kedua perbedaan pendapat itu. Sebab masing-masing pendapat itu ternyata didukung dengan dalil-dalil yang amat kuat bahkan sulit terbantahkan. Dasar pendapat masing-masing juga berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah yang shahih. Sekedar informasi singkat, para ulama yang menyakini bahwa pahala bacaan Al-Quran itu bisa 'dihadiahkan' kepada orang yang sudah mati diantaranya adalah Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim. Anehnya, di negeri kita, justru keduanya lebih sering dipuja oleh kalangan yang anti dengan mengirim hadiah pahala kepada orang mati. Sebaliknya, diantara yang sering disebut-sebut menolak sampainya pahala bacaan Al-Quran kepada orang mati justru Al-Imam Asy-Syafi'i sendiri, dimana kebanyakan mereka yang aktif suka berkirim-kirim pahala kepada orang mati, justru bermadzhab Syafi'i. Maka fenomena ini menjadi sebuah paradoks, atau menjadi apa yang diistilahkan dengan anomali. Jadi posisi kita netral saja, tidak menyalahkan yang mana dan tidak pula harus anti dengan yang mana. Semuanya toh kembali kepada hujjah dan argumen para ulama yang bersifat ijtihadi. Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc., MA Baca Lainnya Hukum Wanita Haid Masuk Masjid 12 November 2012, 0325 Thaharah > Haidh Nifas Istihadhah viewsWanita Haram Menjadi Imam Buat Laki-laki 7 March 2012, 1700 Shalat > Imam viewsBenarkah Wanita Boleh Jadi Imam Shalat Buat Laki-laki? 6 March 2012, 1700 Shalat > Imam viewsMengulang-ulang Tayammum 4 March 2012, 1700 Thaharah > Tayammum viewsBenarkah Wanita Haid Boleh Tetap Puasa? 6 September 2008, 2245 Puasa > Puasa terlarang viewsMimpi Basah Saat Ramadhan 6 September 2008, 2244 Puasa > Membatalkan Puasa viewsPerlukah Bersyahadat Lagi? 6 September 2008, 1220 Aqidah > Syahadat viewsKafirkah Orang Tua Rasullulloh? 6 September 2008, 1218 Aqidah > Nabi viewsNabi Isa Disebutkan 25 Kali Dalam Al-Quran 6 September 2008, 1153 Aqidah > Nabi viewsTaqdir, Bisakah Diubah? 6 September 2008, 1151 Aqidah > Takdir viewsCara Menyadarkan Teman yang Inkar-Sunnah 6 September 2008, 1150 Aqidah > Allah viewsStatus Pernikahan Isteri yang Murtad 6 September 2008, 1149 Pernikahan > Talak viewsBaiat Dan Syahadatain 6 September 2008, 1146 Aqidah > Baiat viewsAdakah Ayat Al-Quran atau Hadits yang Dinasakh? 6 September 2008, 1123 Al-Quran > Nasakh viewsMenanam Kepala Sapi Mencari Keselamatan 6 September 2008, 1016 Aqidah > Syirik dan Bidah viewsShalat di Mushalla Ahmadiyah 6 September 2008, 0316 Shalat > Shalat Dalam Berbagai Keadaan viewsApakah Dosa Bila Membuang Pembalut yang Tidak Bersih 17 June 2008, 2224 Wanita > Hukum viewsApakah Sujud Tilawah Itu? 17 June 2008, 0100 Shalat > Sujud viewsPenasaran dengan Kelompok Ingkarussunnah 16 June 2008, 0736 Hadits > Pengingkar hadits viewsHukum Menjama` Shalat di Kantor dan Ketiduran 16 June 2008, 0733 Shalat > Shalat Jama viewsTOTAL tanya-jawab 49,908,189 views
Ratibb al Haddad adalah sebuah amalan islam atau Dzikir yang sering dilakukan oleh sebagian ulama. Sejarah Ratib al Haddad Asal usul Ratib Al Hadad Ratib al Haddad diambil dari nama penyusunnya, yakni al Habib Abdullah bin Alwi bin Muhammad al Haddad. 1055 - 1132 H Beliau merupakan salah seorang Ulama yang nasab nya sampai atau bersambung langsung dengan Rasulullah SAW Beliau juga merupakan seorang wali qutub pemimpin para wali di zamannya . Dari beberapa doa-doa dan dzikir-dzikir yang beliau susun, Ratib al Haddad inilah yang paling terkenal dan masyhur. Ratibbal Haddad disusun berdasarkan inspirasi, pada malam lailatul Qodar 27 Ramadan 1071 H. Ratibbal Haddad disusun untuk memenuhi permintaan seorang murid beliau bernama Amir dari keluarga Bani Sa’ad yang tinggal di Syibam, salah satu perkampungan di Hadramaut, Amir meminta Habib Abdullah untuk mengarang Ratib, Agar diadakan suatu wirid dan dzikir di kampungnya, agar mereka dapat mempertahankan dan menyelamatkan diri dari ajaran sesat yang sedang melanda Hadramaut ketika itu. Pertama-tama, Ratib ini hanya dibaca di kampung Amir sendir,i yaitu Kota Syibam setelah mendapat izin dan ijazah dari al Habib Abdullah bin Alwi al Haddad sendiri. Selepas itu, Ratib al haddad ini pun dibaca di Masjid al Hawi milik beliau yang berada di kota Tarim. Biasanya Ratib ini dibaca secara berjamaah setelah shalat 'isya. Pada bulan Ramadan, ratib ini dibaca sebelum shalat Isya untuk mengisi kesempitan waktu menunaikan shalat Tarawih. Ini adalah waktu yang telah ditentukan oleh al Habib Abdullah bin Alwi al Haddad untuk daerah-daerah yang mengamalkan Ratib ini. Biidznillah, daerah-daerah yang mengamalkan ratib ini selamat dan tidak terpengaruh dari kesesatan tersebut. Setelah al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad berangkat menunaikan ibadah Haji, Ratib al Haddad mulai dibaca di Mekkah dan Madinah. Al Habib Ahmad bin Zain al Habsyi berkata ; “Barang siapa yang membaca Ratib al Haddad dengan penuh keyakinan dan iman, ia akan mendapat sesuatu yang di luar dugaannya”. Setiap ayat, doa, dan nama Allah yang disebutkan di dalam ratib ini diambil dari bacaan Al Quran dan Hadis Rasul SAW. bilangan bacaan di setiap doa dibuat sebanyak tiga kali, karena itu adalah bilangan ganjil witir. Semua ini berdasarkan arahan dari al Habib Abdullah bin Alwi al Haddad sendiri. Ijazah Ratib al Haddad. Bacaan ratib al haddad ini selain menjadi wiridan rutin, Ratibb al haddad ini juga bisa diamalkan untuk sarana memohon kepada Allah agar dikabulkan segala hajatnya. Selain itu Ratib Al Haddad ini juga bisa dipakai untuk mengusir jin dengan segala gangguan-gangguannya, serta dapat menjadi tolak bala atas segala wabah bencana. seperti yang terjadi saat ini yaitu mewabahnya virus coronacovid-19 yang memberikan dampak buruk pada kenyamanan umat Muslim khususnya, sebab virus ini ,masjid - masjid menjadi sepi, ini adalah sebuah kondisi yang menghawatirkan. Dan Sebenarnya banyak sekali khasiat dan kegunaan Ratib al Haddad ini. Para Ulama khususnya ulama Nahdliyin ,mengajarkan Untuk mengamalkan Ratib Alhadad ini saat terjadi wabah atau ta'un ,dengan cara berkeliling kampung sambil membaca doa Ratib Alhadad dan dzikir - dzikir sebagai bentuk usaha mengusir wabah. Caranya adalah berkeliling kampung ,ketika menemui perbatasan atau persipangan jalan berhenti dan membaca doa Ratib Alhadad, dan Adzan menghadap empat penjuru. ﺭَﺍﺗِﺐُ ﺍﻟْﺤَﺪَّﺍﺩِ ﺍَﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔُ ﺇِﻟَﻰ ﺭُﻭْﺡِ ﺳَﻴِّﺪِ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺟَﻤِﻴْﻊِ ﺁﺑَﺂﺋِﻪِ ﻭَﺇِﺧْﻮَﺍﻧِﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻷَﻧْﺒِﻴَﺂﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠِﻴْﻦَ ﻭَﺁﻟِﻪِ ﻭَ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﻭَ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻪِ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻪِ ﻭَﺃَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻰ ﺭُﻭْﺡِ ﺻَﺎﺣِﺐِ ﺍﻟﺮَّﺍﺗِﺐِ ﺍﻟْﺤَﺒِﻴْﺐِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻠَﻮِﻱْ ﺑْﻦِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺍﻟْﺤَﺪَّﺍﺩِ ﺑَﺎﻋَﻠْﻮِﻱْ ﻭَﺃُﺻُﻮْﻟِﻪِ ﻭَﻓُﺮُﻭْﻋِﻪِ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳُﻌْﻠِﻲ ﺩَﺭَﺟَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﻳُﻌِﻴْﺪُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﻧْﻮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَﺃَﺳْﺮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَﻋُﻠُﻮْﻣِﻬِﻢْ ﻭَﻧَﻔَﺤَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻭَﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻵﺧِﺮَﺓِ , ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺣَﻀْﺮﺓِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻰ ﺣَﻀَﺮَﺍﺕِ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺧُﺼُﻮْﺻًﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀِ ﺍﻟﺘِّﺴْﻌَﺔ ﻭَﺧُﺼُﻮْﺻًﺎ ﺧَﺎﺻَّﺔً ﺇِﻟَﻰ ﺭُﻭْﺡِ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﺟَﻤَﺎﻝ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﺟُﻤَﺎﺩِ ﺍﻟْﻜُﺒْﺮَﻯ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﻣَﻮْﻟَﺎﻧَﺎ ﺇِﺳْﺤَﺎﻕ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﺭَﺍﺩِﻳْﻦْ ﻣَﻮْﻟَﺎﻧَﺎ ﻋَﻴْﻦ ﺍﻟْﻴَﻘِﻴْﻦِ ﻛﺎﻧﺠﻎ ﺳُﻮْﻧَﺎﻥ ﻏِﻴْﺮِﻱْ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢ ﺃَﺳْﻤَﺎﺭَﺍﻗَﻨْﺪِﻱ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﺭَﺍﺩِﻳْﻦْ ﺭَﺣْﻤَﺔ ﻛﺎﻧﺠﻎ ﺳُﻮْﻧَﺎﻥْ ﺃَﻣْﻔِﻴْﻞ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﺭَﺍﺩِﻳْﻦْ ﻣَﺨْﺪُﻭْﻡ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴْﻢ ﻛﺎﻧﺠﻎ ﺳُﻮْﻧَﺎﻥْ ﺑُﻮْﻧَﺎﻍ ﻭَ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠﻪ ﺃَﺷْﻌَﺮِﻱْ ﺳُﻮْﻧَﺎﻥْ ﺑﺠَﺎﻏُﻮﻍ ﻭَ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃَﻳْﻨَﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻓِﻲْ ﻣَﺸَﺎﺭِﻕِ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻐَﺎﺭِﺑِﻬَﺎ ﻗَﺪَّﺱَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺳِﺮَّﻫُﻢْ ﻭَ ﻧَﻮَّﺭَ ﺿَﺮِﻳْﺤَﻬُﻢْ ﻭَﻳُﻌْﻠِﻲ ﺩَﺭَﺟَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﻋَﺎﺩَ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﻣْﻄِﺮْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻏَﻴْﺚَ ﻛَﺮَﻣَﺎﺗِﻬِﻢْ ﺷَﻴْﺊٌ ﻟِﻠﻪِ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔُ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻰ ﺣَﻀْﺮَﺓِ ﻣُﺆَﺳِﺲِ ﻣَﻌْﻬَﺪِ ﺗﺒﻮﺋﺮﻧﺞ ﺣَﻀْﺮَﺓِ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﻣُﺤَﻤَّﺪْ ﻫَﺎﺷِﻢْ ﺃَﺷْﻌَﺮِﻱْ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻪِ ﻭَﺃَﻭْﻟَﺎﺩِﻩِ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻪِ ﻭَﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺸَﺎﻳِﺨِﻨَﺎ ﻭَﻣَﺸَﺎﻳِﺦِ ﻣَﺸَﺎﻳِﺨِﻨَﺎ ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺟَﺎﺯَﻧَﺎ ﺑِﻘِﺮَﺍﺀَﺓِ ﺭَﺍﺗِﺐِ ﺍﻟْﺤَﺪَّﺍﺩِ ﻏَﻔَﺮَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻬُﻢْ ﺫُﻧُﻮْﺑَﻬُﻢْ ﻭَﻳُﻌْﻠِﻲ ﺩَﺭَﺟَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﻋَﺎﺩَ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﻣْﻄِﺮْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻏَﻴْﺚَ ﻛَﺮَﻣَﺎﺗِﻬِﻢْ ﺷَﻴْﺊٌ ﻟِﻠﻪِ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔُ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟﻠﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ . ﺍَﻟﺮَّﺣْﻤﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ . ﻣﺎَﻟِﻚِ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﺇِﻳِّﺎﻙَ ﻧَﻌْﺒُﺪُ ﻭَﺇِﻳَّﺎﻙَ ﻧَﺴْﺘَﻌِﻴْﻦُ . ﺍِﻫْﺪِﻧَﺎ ﺍﻟﺼِّﺮَﺍﻁَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢَ . ﺻِﺮَﺍﻁَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺃَﻧْﻌَﻤْﺖَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟْﻤَﻐْﻀُﻮْﺏِ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻭَﻻَ ﺍﻟﻀَّﺂﻟِّﻴْﻦَ . ﺁﻣِﻴْﻦِ ﺍَﻟﻠﻪُ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﻲُّ ﺍﻟْﻘَﻴُّﻮْﻡُ ﻻَ ﺗَﺄْﺧُﺬُﻩُ ﺳِﻨَﺔٌ ﻭَﻻَ ﻧَﻮْﻡٌ ﻟَﻪُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤﻮَﺍﺕِ ﻭَﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻣَﻦْ ﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻳَﺸْﻔَﻊُ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺇِﻻَّ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻳْﺪِﻳْﻬِﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠْﻔَﻬُﻢْ ﻭَﻻَ ﻳُﺤِﻴْﻄُﻮْﻥَ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﻣِﻦْ ﻋِﻠْﻤِﻪِ ﺇِﻻَّ ﺑِﻤَﺎ ﺷَﺂﺀَ ﻭَﺳِﻊَ ﻛُﺮْﺳِﻴُّﻪُ ﺍﻟﺴَّﻤَﻮَﺍﺕِ ﻭَﺍﻷَﺭْﺽَ ، ﻭَﻻَ ﻳَﺆُﺩُﻩُ ﺣِﻔْﻈُﻬُﻤَﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﻌَﻠِﻲُّ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢ ﺁﻣَﻦَ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝُ ﺑِﻤَﺂ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻪ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮْﻥَ ، ﻛُﻞٌّ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻣَﻶﺋِﻜَﺘِﻪِ ﻭَﻛُﺘُﺒِﻪِ ﻭَﺭُﺳُﻠِﻪِ ، ﻻَ ﻧُﻔَﺮِّﻕُ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﺣَﺪٍ ﻣِﻦْ ﺭُﺳُﻠِﻪِ ، ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺳَﻤِﻌْﻨﺎَ ﻭَﺃَﻃَﻌْﻨﺎَ ﻏُﻔْﺮﺍَﻧَﻚَ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴْﺮُ * ﻻَ ﻳُﻜَﻠِّﻒُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻧَﻔْﺴًﺎ ﺇِﻻَّ ﻭُﺳْﻌَﻬَﺎ ﻟَﻬَﺎ ﻣَﺎ ﻛَﺴَﺒَﺖْ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻣَﺎ ﺍﻛْﺘَﺴَﺒَﺖْ ، ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻻَ ﺗُﺆَﺍﺧِﺬْﻧَﺂ ﺇِﻥْ ﻧَﺴِﻴْﻨَﺂ ﺃَﻭْ ﺃَﺧْﻄَﺄْﻧَﺎ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﻻَ ﺗَﺤْﻤِﻞْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺇِﺻْﺮًﺍ ﻛَﻤَﺎ ﺣَﻤَﻠْﺘَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻨَﺎ ، ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﻻَ ﺗُﺤَﻤِّﻠْﻨَﺎ ﻣَﺎﻻَ ﻃَﺎﻗَﺔَ ﻟَﻨَﺎ ﺑِﻪِ ، ﻭَﺍﻋْﻒُ ﻋَﻨَّﺎ ﻭَﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨﺂ ﺃَﻧْﺖَ ﻣَﻮْﻻَﻧَﺎ ﻓَﺎﻧْﺼُﺮْﻧﺎَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳْﻦَ 3x ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻳُﺤْﻴِﻲ ﻭَﻳُﻤِﻴْﺖُ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳﺮٌ 3X ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍْﻟﻠﻪُ ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺍَﻛْﺒَﺮُ 3x ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻩِ ﺳُﺒْﺤﺎَﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ 3x ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺗُﺐْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺇِﻧَّﻚَ ﺃَﻧْﺖَ ﺍﻟﺘَّﻮَّﺍﺏُ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢُ 3x ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ 3x ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺘَّﺂﻣَّﺎﺕِ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺧَﻠَﻖَ 3x ﺑِﺴْـﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻻَ ﻳَﻀُـﺮُّ ﻣَﻊَ ﺍﺳْـﻤِﻪِ ﺷَﻲْﺀٌ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻭَﻻَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺴَّﻤَـﺂﺀِ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﺴَّﻤِﻴْـﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴْـﻢُ 3x ﺭَﺿِﻴْﻨَـﺎ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺭَﺑًّﺎ ﻭَﺑِﺎﻹِﺳْـﻼَﻡِ ﺩِﻳْﻨـًﺎ ﻭَﺑِﻤُﺤَﻤَّﺪٍ ﻧَﺒِﻴّـًﺎ ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﺮُ ﻭَﺍﻟﺸَّـﺮُّ ﺑِﻤَﺸِﻴْﺌَـﺔِ ﺍﻟﻠﻪِ 3kali ﺁﻣَﻨَّﺎ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﻟﻴَﻮْﻡِ ﺍﻵﺧِﺮِ ﺗُﺒْﻨﺎَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑﺎَﻃِﻨﺎً ﻭَﻇَﺎﻫِﺮًﺍ 3kali ﻳَﺎ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﺍﻋْﻒُ ﻋَﻨَّﺎ ﻭَﺍﻣْﺢُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻨَّﺎ 3kali ﻳﺎَ ﺫَﺍ ﺍﻟْﺠَﻼَﻝِ ﻭَﺍﻹِﻛْﺮﺍَﻡِ ﺃَﻣِﺘْﻨﺎَ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳْﻦِ ﺍﻹِﺳْﻼَﻡِ 7kali ﻳﺎَ ﻗَﻮِﻱُّ ﻳﺎَ ﻣَﺘِﻴْـﻦُ ﺇِﻛْﻒِ ﺷَﺮَّ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴْـﻦَ 3kali ﺃَﺻْﻠَﺢَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃُﻣُﻮْﺭَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﺻَﺮَﻑَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺷَﺮَّ ﺍﻟْﻤُﺆْﺫِﻳْﻦَ 3kali ﻳـَﺎ ﻋَﻠِﻲُّ ﻳـَﺎ ﻛَﺒِﻴْﺮُ ، ﻳﺎ ﻋَﻠِﻴْﻢُ ﻳـَﺎ ﻗَﺪِﻳْﺮُ، ﻳـَﺎﺳَﻤِﻴﻊُ ﻳـَﺎ ﺑَﺼِﻴْﺮُ ، ﻳـﺎﻟَﻄِﻴْﻒُ ﻳَﺎﺧَﺒِﻴْﺮُ 3kali ﻳﺎَ ﻓَﺎﺭِﺝَ ﺍﻟﻬَﻢِّ ﻳَﺎ ﻛَﺎﺷِﻒَ ﺍﻟﻐَّﻢِّ ، ﻳَﺎ ﻣَﻦْ ﻟِﻌَﺒْﺪِﻩِ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﻭَﻳَﺮْﺣَﻢُ 3kali ﺃ َﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﺒَﺮَﺍﻳَﺎ، ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨَﻄَﺎﻳﺎَﺣَﻖّ ﺍﻟْﻤَﻌْﺒُﻮْﺩِ 4kali ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ . ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ 50kali ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢِ ﻭَﺷَﺮَّﻑَ ﻭَﻛَﺮَّﻡَ ﻭَﻣَﺠَّﺪَ ﻭَﻋَﻈَّﻢَ ، ﻭَﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌﺎَﻟَﻰ ﻋَﻦْ ﺁﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒِﻴْﻦَ ﺍﻟﻄَّﺎﻫِﺮِﻳْﻦَ ، ﻭَﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﺍْﻷَﻛْﺮَﻣِﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳْﻦَ ، ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻪِ ﺍﻟﻄَّﺎﻫِﺮَﺍﺕِ ﺃُﻣَّﻬَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ، ﻭَﺍﻟﺘَّﺎﺑِﻌِﻴْﻦَ ﻟَﻬُﻢْ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻨﺎَ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﻭَﻓِﻴْﻬِﻢْ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻳَﺎ ﺃَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴْﻦَ ﺑِﺴْﻢ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﺣَـﺪٌ . 3kali ﺍَﻟﻠﻪُ ﺍﻟﺼَّﻤَـﺪُ . ﻟَﻢْ ﻳَﻠِـﺪْ ﻭَﻟَﻢْ ﻳٌﻮْﻟَـﺪْ . ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜُـﻦْ ﻟَﻪُ ﻛُﻔُـﻮًﺍ ﺃَﺣَـﺪٌ ﺑِﺴْﻢ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ ﻗُﻞْ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟْﻔَﻠَﻖِ، ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻣﺎَ ﺧَﻠَﻖَ، ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﻏَﺎﺳِﻖٍ ﺇِﺫَﺍ ﻭَﻗَﺐَ، ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﺍﻟﻨَّﻔَّﺎﺛَﺎﺕِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻌُﻘَﺪِ، ﻭَﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﺣَﺎﺳِﺪٍ ﺇِﺫَﺍ ﺣَﺴَﺪ ﺑِﺴْﻢ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ ﻗُﻞْ ﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﻣَﻠِﻚِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﺇِﻟَﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّ ﺍﻟْﻮَﺳْﻮَﺍﺱِ ﺍﻟْﺨَﻨَّﺎﺱِ، ﺍَﻟَّﺬِﻱْ ﻳُﻮَﺳْﻮِﺱُ ﻓِﻲ ﺻُﺪُﻭْﺭِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺠِﻨَّﺔِ ﻭَﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺇِﻟَﻲ ﺣَﻀْﺮَﺓِ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻭَﺣﺒِﻴْﺒِﻨَﺎ ﻭَﻣَﻮْﻻَ ﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻭَﺁﻟِﻪِ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺒِﻴْﻦَ ﻭَﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﺍﻷَﻛْﺮَﻣِﻴْﻦَ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻪِ ﺍﻟﻄَّﺎﻫِﺮَﺍﺕِ ﺃُﻣَّﻬَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴْﻦَ ﻭَﺍﻟﺘَّﺎﺑِﻌِﻴْﻦَ ﻟَﻬُﻢْ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ * ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻰ ﺭُﻭﺡِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﺍﻟْﻔَﻘِﻴْﻪِ ﺍﻟْﻤُﻘَﺪَّﻡِ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﻣُﺤَﻤَّﺪ ﺑِﻦ ﻋَﻠِﻲّ ﺑﺎَﻋَﻠَﻮِﻱ ﻭَﺃُﺻُﻮﻟِﻪِ ﻭَﻓُﺮُﻭﻋِﻪِ ﻭَﺟَﻤِﻴْﻊِ ﺳَﺎﺩَﺍﺗِﻨَﺎ ﺁﻝِ ﺃَﺑِﻲ ﻋَﻠَﻮِﻱ ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳُﻌْﻠِﻲ ﺩَﺭَﺟَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﻳُﻨَﻮِّﺭُ ﺿَﺮَﺍﺋِﺤَﻬُﻢْ ﻭَﻳُﻌِﻴْﺪُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﺳْﺮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَﺃَﻧْﻮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَﻋُﻠُﻮْﻣِﻬِﻢْ ﻭَﻧَﻔَﺤَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻭَﺍﻟﺪُّﻧْﻴﺎَ ﻭَﺍﻵﺧِﺮَﺓِ * ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﺇِﻟَﻰ ﺣَﻀَﺮَﺍﺕِ ﺃَﺭْﻭَﺍﺡِ ﻛَﺂﻓَّﺔِ ﺳﺎَﺩَﺍﺗِﻨَﺎ ﺍﻟﺼُّﻮْﻓِﻴَّﺔِ ﺃَﻳْﻨَﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻓِﻲ ﻣَﺸَﺎﺭِﻕِ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﻐَﺎﺭِﺑِﻬَﺎ ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺻَﺤَﺎﺋِﻒِ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟْﻮَﻗْﺖِ ﻣِﻦْ ﺭِﺟَﺎﻝِ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨُّﻘَﺒَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟﻨُﺠَﺒَﺎﺀِ ﻭَﺍﻷَﺑْﺪَﺍﻝِ ﻭﺍﻷَﺧْﻴَﺎﺭِ ﻭَﺍﻟْﻌُﺮَﻓَﺎﺀِ ﻭَﺍﻷَﻧْﻮَﺍﺭِ ﻭﺍﻟْﻤُﺨْﺘَﺎﺭِﻳﻦَ ﻭَﺍْﻹِﻣَﺎﻣَﻴْﻦِ ﻭَﺍﻟْﻐَﻮْﺙِ ﺍﻟْﻔَﺮْﺩِﺍﻟْﻘُﻄْﺐِ ﻻَﺳِﻴَّﻤًﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺍﻟﻨَّﻮْﺑَﺔِ ﻓِﻲ ﻫَﺬَﻩِ ﺍﻟﻠَّﻴْﻠَﺔِ ﺭِﺿْﻮَﺍﻥُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ ، ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻳَﺤْﻤِﻴْﻨَﺎ ﺑِﺤِﻤَﺎﻳَﺘِﻬِﻢْ ﻭَﻳَﻤُﺪُّﻧَﺎ ﺑِﻤَﺪَﺩِﻫِﻢْ ﻭَﻳُﻌِﻴْﺪُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﺳْﺮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَﺃَﻧْﻮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَﻋُﻠُﻮْﻣِﻬِﻢْ ﻭَﻧَﻔَﺤَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﻳُﻔِﻴْﺾُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻓُﻴُﻮﺿَﺎﺗِﻬِﻢ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻭَﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻵﺧِﺮَﺓِ * ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﺍِﻟَﻰ ﺣَﻀْﺮَﺓِ ﺭُﻭْﺡِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﺦِ ﺍﻟْﻜَﺒِﻴْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻘُﻄْﺐِ ﺍﻟﺸَّﻬِﻴْﺮِ ﺍﻟْﺤَﺒِﻴْﺐِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻠَﻮِﻱ ﺑْﻦِ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺍﻟْﺤَﺪَّﺍﺩ ﺑَﺎﻋَﻠَﻮِﻱْ ﺻَﺎﺣِﺐِ ﺍﻟْﺮَّ ﺍﺗِﺐِ ﻭَﺃُﺻُﻮْﻟِﻪِ ﻭَﻓُﺮُﻭْﻋِﻪِ ، ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳُﻌْﻠِﻲْ ﺩَﺭَﺟَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَﻳُﻨَﻮِّﺭُ ﺿَﺮَﺍﺋِﺤَﻬُﻢْ ﻭَﻳُﻌِﻴْﺪُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﺮَﻛَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻭَﺃَﺳْﺮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَﺃَﻧْﻮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَﻋُﻠُﻮْﻣِﻬِﻢْ ﻭَﻧَﻔَﺤَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻭَﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺍﻵﺧِﺮَﺓِ * ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ * ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳُﻐِﻴْﺚُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﻳَﺮْﺣَﻢُ ﺍﻟْﻤُﺴﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﻳُﻔَﺮِّﺝُ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﻳَﺸْﻔِﻲ ﺃَﻣﺮَﺍﺽَ ﺍﻟْﻤُﺴﻠِﻤِﻴْﻦَ ﺑِﺎﻟْﻌَﺎﻓِﻴَﺔِ ، ﻭَﻳُﻐْﺰِﺭُ ﺃَﻣْﻄَﺎﺭَﻫُﻢْ ﻭَﻳُﺮْﺧِﺺُ ﺃَﺳْﻌَﺎﺭَﻫُﻢْ ﻭَﻳُﺼْﻠِﺢُ ﺳَﻼَﻃِﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻭَﻳَﻜْﻔِﻴْﻬِﻢْ ﺷَﺮَّﺍﻟْﻔِﺘَﻦِ ﻭَﺍﻟْﺒَﻠِﻴَّﺎﺕِ ﻭَﺍﻟْﻤِﺤَﻦِ ﻣَﺎﻇَﻬَﺮَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﻄَﻦَ ، ﻭَﺍﻟْﺤُﺠَّﺎﺝَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴَﺎﻓِﺮِﻳْﻦَ ﻭَﺍﻟْﻐُﺰَﺍﺓَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺠَﺎﻫِﺪِﻳْﻦَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺮِّ ﻭَﺍﻟْﺒَﺤﺮِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ ، ﺑِﺄَ ﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳُﺼْﺤِﺒُﻬُﻢُ ﺍﻟﺴَّﻼَﻣَﺔَ ﻭَﻳَﺮُﺩُّﻫُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺃ ﻭْﻃَﺎﻧِﻬِﻢْ ﺳَﺎﻟِﻤِﻴْﻦَ ﻏَﺎﻧِﻤِﻴْﻦَ ﺁﻣِﻨِﻴْﻦَ ﻓِﻲ ﺧَﻴْﺮٍ ﻭَﻟُﻄْﻒٍ ﻭَﻋَﺎﻓِﻴَﺔٍ ، ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺃَﺭْﻭَﺍﺡِ ﻭَﺍﻟِﺪِﻳْﻨَﺎ ﻭَﻭَﺍﻟِﺪِﻳْﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﺗِﻨَﺎ ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﺗِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻣْﻮَﺍﺕِ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ، ﺑِﺄَ ﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻳَﺘَﻐَﺸَّﻴﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟﺮَّﺣْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﻔِﺮَﺓِ ﻭَﻳُﺴْﻜِﻨُﻬُﻢُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻭَﻳَﺨْﺘِﻢُ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﺑِﺎﻟْﺤُﺴْﻨَﻰ ﻓِﻲ ﺧَﻴْﺮٍﻭَﻟُﻄْﻒٍ ﻭَﻋَﺎﻓِﻴَﺔٍ ، ﻭَﺇِﻟَﻰ ﺣَﻀْﺮَﺓِ ﺍﻟْﺤَﺒِﻴْﺐِ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺍﻟْﻔﺎﺗﺤﺔ ﻫﺬﺍﺍﻟﺪّﻋﺂﺀ Doa Ratib al Haddad ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ ﺣَﻤْﺪًﺍ ﻳُﻮَﺍﻓِﻲ ﻧِﻌَﻤَﻪُ ﻭَﻳُﻜَﺎﻓِﺊُ ﻣَﺰِﻳْﺪَﻩُ، ﻳَﺎﺭَﺑَّﻨَﺎﻟَﻚَ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻛَﻤَﺎ ﻳَﻨْﺒَﻐِﻲ ﻟِﺠَﻼَﻝِ ﻭَﺟْﻬِﻚَ ﻭَﻋَﻈِﻴْﻢِ ﺳُﻠْﻄَﺎﻧِﻚَ ، ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍَﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ . ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﺴْﺄَﻟُﻚَ ﺑِﺤَﻖِّ ﺍﻟْﻔﺎَﺗِﺤَﺔِ ﺍﻟْﻤُﻌَﻈَّﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟﺴَّﺒْﻊِ ﺍﻟْﻤَﺜَﺎﻧِﻲْ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ ، ﺃَﻥْ ﺗَﻔْﺘَﺢَ ﻟَﻨَﺎ ﺑِﻜُﻞِّ ﺧَﻴْﺮٍ، ﻭَﺃَﻥْ ﺗَﺘَﻔَﻀَّﻞَ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺑِﻜُﻞِّ ﺧَﻴْﺮٍ، ﻭَﺃَﻥْ ﺗَﺠْﻌَﻠَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ، ﻭَﺃَﻥْ ﺗُﻌَﺎﻣِﻠَﻨَﺎ ﻳَﺎ ﻣَﻮْﻻَﻧَﺎ ﻣُﻌَﺎﻣَﻠَﺘَﻚَ ِﻷَﻫْﻞِ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ، ﻭَﺃَﻥْ ﺗَﺤْﻔَﻈَﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺩِﻳْﻨِﻨَﺎ ﻭَﺃَﻧْﻔُﺴِﻨَﺎ ﻭَﺃَﻭْﻻَﺩِﻧَﺎ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴْﻨَﺎ ﻭَﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻨَﺎ ﻭَﺃَﺣْﺒَﺎﺑِﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﻣِﺤْﻨَﺔٍ ﻭَﻓِﺘْﻨَﺔٍ ﻭَﺑُﺆْﺱٍ ﻭَﺿَﻴْﺮٍ، ﺇِﻧَّﻚَ ﻭَﻟِﻲُّ ﻛُﻞِّ ﺧَﻴْﺮٍ ﻭَﻣُﺘَﻔَﻀِّﻞٌ ﺑِﻜُﻞِّ ﺧَﻴْﺮٍ ﻭَﻣُﻌْﻂٍ ﻟِﻜُﻞِّ ﺧَﻴْﺮٍ ﻳَﺎ ﺃَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴْﻦَ 3kali ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﺴْـﺄَﻟُﻚَ ﺭِﺿَـﺎﻙَ ﻭَﺍﻟْﺠَﻨَّـﺔَ ﻭَﻧَـﻌُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺳَـﺨَﻄِﻚَ ﻭَﺍﻟﻨَّـﺎﺭِ 3kali ﻳَﺎﻋَﺎﻟِﻢَ ﺍﻟﺴِّﺮِّﻣِﻨَّﺎ ، ﻻَﺗَﻬْﺘِﻚَ ﺍﻟﺴِّﺘْﺮَ ﻋَﻨَّﺎ، ﻭَﻋَﺎﻓِﻨَﺎ ﻭَﺍﻋْﻒُ ﻋَﻨَّﺎ ، ﻭَﻛُﻦْ ﻟَّﻨَﺎ ﺣَﻴْﺚُ ﻛُﻨَّﺎ 3kali ﻳَﺎﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﻳَﺎﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﻳَﺎﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﺤُﺴْﻦِ ﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻤَﺔِ 3kali ﻳَﺎ ﻟَﻄِﻴْﻔًﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﺰَﻝْ ﺃُﻟْﻄُﻒْ ﺑِﻨَﺎ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﻧَﺰَﻝَ، ﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﻄِﻴْﻒٌ ﻟَﻢْ ﺗَﺰَﻝْ ﺃُﻟْﻄُﻒْ ﺑِﻨَﺎ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﺍﻟﻔَﺎﺗِﺤَﺔُ ﺑِﺎﻟْﻘَﺒُﻮْﻝِ ﻭَﺗَﻤَﺎﻡِ ﻛُﻞِّ ﺳُﻮْﻝٍ ﻭَ ﺇِﻟَﻰ ﺣَﻀْﺮَﺓِ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮْﻝِ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ 3kali .ﺍﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﻣَﻮْﻟَﺎﻱَ ﺻَﻞِّ ﻭَ ﺳَﻠِّﻢْ ﺩَﺍﺋِﻤًﺎ ﺃَﺑَــﺪًﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺣَﺒِﻴْﺒِﻚَ ﺧَﻴْﺮِ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖِ ﻛُﻠِّــــــــﻬِﻢِ ﻫُﻮَ ﺍﻟْﺤَﺒِﻴْﺐُ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺗُﺮْﺟَﻰ ﺷَﻔَﺎﻋَﺘُﻪُ ﻟِﻜُﻞِّ ﻫَﻮْﻝٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺄَﻫْﻮَﺍﻝِ ﻣُﻘْﺘَــﺤِــــــﻢِ ﻳَﺎ ﺭَﺏِّ ﺑِﺎﻟْﻤُﺼْﻄَﻔَﻰ ﺑَﻠِّﻎْ ﻣَﻘَﺎﺻِﺪَﻧَﺎ ﻭَ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻣَﺎ ﻣَﻀَﻰ ﻳَﺎ ﻭَﺍﺳِﻊَ ﺍﻟْﻜَﺮَﻡِ Demikian Bacaan Ratib al Hadad, sejarah singkat serta khasiat Ratib al atau keutamaan Ratib Al Hadad ini sudah terbukti dan dirasakan oleh para pengikut Ulama sebelum kita, ada 6 khasiat Utama yang didapatkan ketika kita mampu mengamalkan bacaan Ratib Al Hadad, berikut 6 Keutamaan ,Khasiat Ratib Al Hadad menurut para Ulama. umur panjang. Membaca ratib Al-hadad memiliki khasiat dipanjangkan umur. 2. Khusnul khotimah Khasiat ratib alhadad berikutnya adalah dapat dari meninggal dalam keadaan iman islam khusnul khatimah. 3. Sebagai doa penjaga diri Rutin memgamalkan Doa ini di yakini dapat menjadi pelindung diri,dijaga oleh Allah SWT dari segala bencana, baik di daratan, lautan, dan di udara. 4. Dikabulkan segala Hajat. Dengan membaca ratib Al hadad ketika memiliki sebuah keinginan atau hajat, diajurkan untuk membaca Ratib ini di tempat sepi, menghadap kiblat, serta dalam keadaan wudhu kemudian menyebutkan hajatnya, sehingga apa yang diinginkan dikabulkan oleh Allah. Dengan membacanya, maka juga akan terhindar dari sifat kemunafikan dan tindakan dhalim. 5. Di mudahkan segala Urusanya. Orang yang membaca wirid ratib alhadad ini, akan memperoleh kemudahan dalam menyelesaikan persoalan - persoalan pelik di dunia dan akhirat, dengan karomah Ratib ini orang yang istiqamah mengamalkan doa Ratib ini akan dijaga dan tertolong dalam menghadapi musuh-musuhnya. 6. Menjaga Rumah dan tetangga Apabila sebuah rumah dibacakan Ratib al-Haddad maka 40 rumah di sekitarnya pun akan terjaga dari bencana kebakaran dan pencurian serta serangan teluh atau sihir. Wallahu 'alam. Dengan Membaca Ratib Al Haddad ini Semoga bisa menjadi Amalan yang mampu menghentikan segala wabah atau pageblug di Indonesia Khususnya dan Dunia pada Umumnya. Aamiin Ya Rabbal 'alamiin
hukum membaca ratib al haddad