Hasan Al-Bashri tetap menjawab : "Beristighfarlah (minta ampunlah) kepada Allah." Melihat hal itu, Rabii' bin Subaih bertanya : "Tadi orang-orang berdatangan kepadamu mengadukan berbagai permasalahan, dan engkau memerintahkan mereka semua agar beristighfar, mengapa demikian?" Maka, Imam Hasan Al-Bashri pun menjawab, "Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi, sungguh Allah SWT telah berfirman dalam surat Nuh: "فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . 12 bulan lalu in Ibrah Waktu Baca: 1 menit baca A A 0 Foto: Pixabay 0 BAGIKAN IMAM Al-Qurthubi menyebutkan sebuah cerita dari Ibnu Shabih, bahwasanya suatu hari ada seorang laki-laki mengadu kepada Hasan Al-Bashri tentang kegersangan atau kemarau panjang yang ia alami. Maka Hasan Al-Bashri berkata kepadanya, " Beristighfarlah kepada Allah!" IMAM Ar-Rabi' bin Shubaih bercerita bahwa seorang lelaki pernah mengadukan musibah musim paceklik kepada Imam Al-Hasan Al-Bashri, maka beliau berkata kepadanya: "Beristighfarlah kepada Allah!" Sedangkan lelaki lain mengeluhkan kefakiran kepada beliau, dan Imam Hasan Al-Bashri pun menasihatinya: "Beristighfarlah kepada Allah!" IMAM Hasan Al-Bashri adalah tokoh sufi yang hidup pada masa awal kekhalifahan Umayyah. Beliau lahir di Madinah pada tahun 21 Hijrah (642 Masehi). Ayahnya merupakan pembantu sahabat Rasulullah SAW yang terkenal sebagai penulis Alquran, Zaid bin Tsabit. Ibunya adalah Khairoh, salah seorang istri nabi, Ummu Salamah. Hasan Al Bashri pernah mengalami mimpi buruk di mana beliau masuk ke neraka karena dosa-dosanya. Setelah bangun dari tidurnya, beliau langsung beristighfar dan mengubah hidupnya ke arah yang lebih baik. vbsu.

kisah hasan al bashri tentang istighfar